ARTIKEL

DI  CIPTA  UNTUK  KEHIDUPAN  YANG  KEKAL

Pdt.John Hasiholan Pakpahan,STh

 

Allah memberikan kepada kita keinginan untuk mengetahui apa yang akan terjadi kemudian. Oleh sebab itu, Dia menciptakan manusia, bukan hanya untuk hidup sehari saja, seperti ciptaan lainnya,  tetapi Allah mencipta manusia agar dapat memahami dan mengetahui apa yang akan terjadi di hadapannya, yang akan terjadi untuk masa depannya.

Demikian  halnya dengan rancangan Allah terhadap manusia ciptaan-Nya. Tentang kelahiran Anak Allah Jesus Kristus sebagai Juruselamat manusia (NATAL), jauh sebelum Dia lahir, manusia telah diberikan oleh Tuhan Allah untuk mengetahuinya, bahkan tujuh ratus tahun sebelumnya, Allah telah mengatakan dan menjanjikan, melalui beberapa nabi-Nya, dan hal itu sungguh menjadi suatu kenyataan.

 

Saudara kekasih dalam Kristus Yesus, kehidupan kita ini bukan hanya untuk sesaat saja dijadikan oleh sang pencipta. Kehidupan kita di dunia ini adalah suatu persiapan besar terhadap satu pekerjaan yang luar biasa, di samping kita hidup, kita kebanyakan memikirkan  kehidupan hari lepas hari, minggu lepas minggu, bulan lepas bulan dan tahun lepas tahun. Kita seringkali lupa bahwa di hadapan kita ada suatu kehidupan yang luarbiasa indahnya ; KEHIDUPAN YANG KEKAL SELAMA-LAMANYA. Natal atau kelahiran Tuhan Yesus Kristus ke dunia adalah dengan suatu tujuan yang pasti, dan nyata, yaitu menyelamatkan seluruh umat, manusia dari perhambaan si iblis, dari kutuk dosa, dari kehidupan yang madesu (masa depan suram), untuk memahami dan mengerti akan rancangan Allah : Yeremia 29 : 11 SEBAB AKU MENGETAHUI RANCANGAN-RANCANGAN APA YANG ADA PADAKU MENGENAI KAMU, DEMIKIAN FIRMAN TUHAN, YAITU RANCANGAN DAMAI SEJAHTERA DAN BUKAN RANCANGAN KECELAKAAN, UNTUK MEMBERIKAN KEPADAMU HARI DEPAN YANG PENUH HARAPAN. Firman ini juga jauh sebelum Kristus lahir telah disampaikan kepada manusia oleh nabi Yeremia, sebagai wujud dari ciptaan Allah  terhadap manusia itu. Dia mau agar manusia itu sesungguhnya sadar dan paham betul betapa Allah memiliki cita-cita dan program yang luar biasa indahnya bagi kehidupan masa depan manusia itu. Kita harus mengerti bahwa dunia yang diciptakan oleh Allah ini adalah hanya sebatas batu loncatan, dan sebagai tempat pendidikan bagi anak-anak Tuhan, agar dirinya dapat terlatih untuk tujuan hidupnya yang luar biasa itu (HIDUP KEKAL) Dunia ini suatu tempat persiapan tubuh kita, sebelum kita sampai kepada suatu pertandingan yang sesungguhnya, bahkan dapat dikatakan dunia dimana kita berada sekarang ini, hanyalah sebatas worming start atau pemanasan bagi kita untuk masuk kepada pertandingan ; yaitu satu kehidupan yang akan datang dan yang telah disediakan oleh Allah.

 

Kehidupan di dunia pada zaman sekarang ini, bila dipakai hitung-hitungan matematik, ya paling banter 100 sampai dengan 110 tahun. Namun saat itu menjadikan kita untuk masuk kepada persiapan dan berbenah diri ke kehidupan kekal yang akan datang. Kesempatan yang sangat pendek bagi kita,  yang telah disediakan oleh Allah, seperti kata orang-orang bijaksana, ”Hidup ini adalah suatu bagian yang pendek dari bagian hidup yang kekal dikemudian.” Kita dicipta agar hidup kita sampai kepada kehidupan kekal selama-lamanya. Alkitab berkata, ”Allah memberikan kepada kita keinginan untuk memahami apa yang akan terjadi kemudian” Inilah suatu pengharapan yang luar biasa, agar kita sampai kepada masa yang akan datang. Hal ini dapat kita mengerti dikarenakan kita adalah sebagai ciptaan Allah yang segambar dengan rupa Allah, dengan tujuan agar kita sesungguhnya sampai kepada kehidupan yang kekal. Sesungguhnya kita harus tahu bahwa Alkitab telah berkata, manusia itu seluruhnya harus mati, namun seringkali manusia itu tidak menyadari bahwa hal itu adalah proses alami, yang tidak bisa sama saat, dan waktunya. Namun Tuhan Allah sebagai  pemilik dan penciptanya, sungguh memahami dan mengatur hal itu sesuai dengan kehendak-Nya. Secara jujur kami sampaikan bahwasanya seringkali perasaan pengharapan kita  sada selamanya kita bisa hidup!, dengan didorong oleh keinginan daging dan kemanusiaan kita. Memang secara rohani hal itu telah  firmankan Allah kepada semua orang yang percaya; Barangsiapa percaya kepadaKu, dia tidak akan mati ! pemahaman ini sesungguhnya mengajak dan mengajar kita untuk mengerti akan arti hidup yang dikemudikan Allah. Hanya orang-orang yang dikemudikan dan dikendalikan Tuhan Yesus Kristuslah yang dapat mewarisi ketidak matian yang kekal atau kehidupan kekal selama-lamanya. Perlu kita sadari, bahwa akan tiba saatnya akan berhenti segalanya untuk kita, termasuk berkat-berkat-Nya, sehingga kita harus pahami itu sebagai akhir dari kehidupan jasmani kita di dunia ini. Jadi hidup kedagingan itu adalah, hidup sementara yang menjadi tempat sesaat bagi Roh Allah yang telah melahirkan kembali kehidupan rohani kita. Alkitab berkata bahwa daging kita ini adalah rumah-rumah sementara bagi naungan Roh Allah, tapi rumah yang sesungguhnya; ”Suatu saat akan Allah nyatakan kepada kita”. Kita tahu bahwa setelah kemah yang kita diami dibumi ini rusak, maka Tuhan Allah akan menyediakan tempat di Surga, yang bukan buatan tangan manusia, dan yang tidak mau rusak untuk selama-lamanya. Itulah sebabnya dikatakan, bahwa hidup yang sekarang ini adalah persiapan terhadap kehidupan yang kekal. Hanya kepada orang-orangNya Tuhan Yesus Kristuslah hal itu ditawarkan dan diwariskan. Karena  itu sebagai anak-anak tebusan-Nya dari perhambaan dosa, dengan harga lunas tentunya dibayarkan oleh Dia 2000 tahun yang lalu di Kayu Salib Bukit Golgota, sebab di dalam diri-Nya sesungguhnya telah terpatri cita-cita dan rancangan yang indah dan sempurna, yaitu : ”KITA MANUSIA DICIPTANYA UNTUK KEHIDUPAN YANG KEKAL SELAMA-LAMANYA.” Saudara-saudari terkasih dalam Yesus Kritus, makna Natal tahun ini harus kita pahami dan kita sambut sebagai wujud  kepedulian Allah terhadap ciptaan-Nya, agar ciptaan-Nya itu kembali kepada Peta dan Teladan Allah ( I ma go Dei). Kelahiran sang Juruselamat bagi dunia, terlebih bagi umat pilihan Allah adalah sebagai berikut :

 

 

 

1. Mengajak manusia dan memahami kembali rancangan dan cita-cita Allah bagi umat ciptaan-Nya

 

 

2. Mengingatkan manusia ciptaan-Nya untuk memandang dan memikirkan ke depan rancangan damai sejahtera yang telah direncanakan-Nya

 

 

3. Merespon kembali rancangan Allah terhadap ciptaan-Nya, yang sudah percaya agar menjadi Garam dan Terang; ”Garam yang mengasini dunia, dan Terang yang memberi cahaya kepada orang-orang yang masih dalam kegelapan, untuk menerima kehidupan yang kekal.

 

 

4. Menyambut Natal sebagai kelahiran Yesus Kristus yang membawa Hidup Kekal.

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s


Follow

Get every new post delivered to your Inbox.