LANJUT USIA
SEBAGAI ANUGERAH
TUHAN
( Kolose 3 : 12 – 14 )
Pdt.B.M.Siregar,STh
PENDAHULUAN
Kita hidup hanya sekali dan umurpun terbatas. Tidak bisa di ulang ataupun di perpanjang . Karena itulah hidup ini sangat berarti. Bila hidup itu berarti ? Kita boleh termenung sejenak, membuka memori terhadap suatu ingatan masa lampau sebagai umat yang hidup di dalam Tuhan pemberi hidup sepenuhnya. Sebab itu sungguh sayang hidup ini dijalani sekedar sebagai rutin, tanpa menikmati kedalaman maknanya. Pemasmur mengatakan ; “ ajarlah kami menghitung hari – hari kami sedemikian, hingga kami beroleh hati yang bijaksana, Msm.90 : 12 “.bnd. Gal.2 : 20. Hidup adalah anugerah maka syukurilah dan memang hidup itu perjalanan dan tempuhlah. Karena itu, lanjut usia, itu berarti pemberian ALLAH yang patut dihargai. Sebagai pemberian Tuhan kita menghargai usia lanjut Tuhan dipenuhi bagiku sampai pada saat ini, boleh diingat ”eben (ha) ezer“ pada Perjanjian Lama.
USIA LANJUT JUGA MASA TUHAN TERUS MEMPERBAHARUI
Tuhan mengatakan dalam kitab Kolose ini adalah saatnya untuk mengenakan amnesia baru di mana Tuhan memberi pengetahuan yang benar menurut khalikNya, (ay.10.) Hanya Yesuslah yang dapat memberikan ini. Sehubungan dengan pernyataan Nya “Sang jalan, kebenaran dan hidup, yang menegaskan …Aku datang supaya mereka mempunyai hidup, dan mempunyainya dalam segala kelimpahan“ , (Yoh. 10 : 10.)
Itulah sebabnya pada usia lanjut masa Tuhan membaharui hidup menjadi di masa anugerah Tuhan dinyatakan sehingga hidupnya bermakna kepada anak, cucu maupun orang lain. Dirinya telah diberikan mengingat tonggak di mana Tuhan sebagai sang pemiliknya. Terlahir ke dunia dan kemudian bekerja dan sampai pada masa pensiun akhirnya kelak atau berakhir pada kematian. Jika usia lanjut menjadi masa menerima pembaharuan Tuhan, itu berarti hidup bermakna bagi suatu anugerah yang sudah Tuhan letakkan pada imannya.
Itulah kedalaman hidup seseorang, yaitu bila hidupnya bukan mengarah kepada diri sendiri semata – mata, melainkan kepada sesuatu diluar dirinya. Arti hidup bukan diukur dari panjangnya, melainkan dari isinya.
USIA LANJUT SEBAGAI ORANG PILIHAN DAN DIKASIHI ALLAH
Paulus dalam konteks kitab Kolose ini memberikan kebajikan penting yang harus menyelimuti dan membungkus orang – orang, ataupun bangsa – bangsa. Paulus mulai dengan memanggil umat Kolose sebagai orang – orang pilihan Allah yang dikuduskan dan dikasihiNya. Disini sebenarnya sebutan aslinya adalah merupakan milik orang Jahudi. Mereka adalah umat pilihan dan juga bangsa yang dikuduskan dan juga dikasihi Allah. Kata berharga ini pernah menjadi millik umat Israel dan mengenakannya terhadap orang Jahudi. Dengan demikian ia menunjukkan bahwa kasih dan anugerah Allah sudah mencapai semuanya bangsa yang dikasihi Allah. Tidak satu bangsa saja yang disenangi ( * = most favored nation “) di dalam Kristus Yesus yang adalah kasih Allah itu.
Sangat penting dicatat pada setiap kebajikan dari maksud di atas berkaitan dengan hubungan pribadi antar – sesama manusia. Kebajikan dimaksud bukan suatu kelincahan atau kepandaian, maupun suatu kerajinan atau kerampilan. Kebajikan Kristen yang penting dan dasariah adalah suatu yang menyangkut hubungan antar manusia. Itu berarti sejalan dengan pilihan dan kasih Allah yang diimaninya. Tentunya keKristenan di sini adalah suatu komunitas. Pada sisi Ilahinya terdapat karunia yang luar biasa yaitu damai dengan Allah. Pada sisi manusiawinya, terdapat pemecahan yang luar biasa dalam kehidupan bersama. Dan itu nyata terdapat pada lansia yang lebih dahulu mengalaminya.
Lanjut usia menjadi pewaris maksud umat pilihan itu yang juga menjadi orang yang diteladani berhikmah bagi generasi berkelanjutan, (bnd.Amsal 17 : 6.)
USIA LANJUT SEBAGAI PELAKU- PENGAJAR MAUPUN PENENTU
Secara phisik lansia adalah orang yang sulit dipahami dan dimengerti. Terkadang masa lalunya yang suka usil bisa semakin nyata dan kelihatan. Satu contoh pernah saya melihat dan dengar di depan mata , seorang perilaku mertua terhadap menantu yang tidak dapat diterima. Si mertua dimaksud lama tinggal didesa. Pada saat masa tuanya dia tinggal dirumah anaknya dikota . Perabotan dan mebel rumah semua serba lux… Dia sudah sakit – sakitan dan selalu ditinggal karena kerja mantu dan anaknya. Si mertua ini sudah sejak lama tidak bisa merasakan ia buang air (= prostat hipetensi).
Suatu hari ia buang hajat tanpa ia sadari, dan langsung ia menghapuskan ke perabotan mewah itu, lalu berucap “labu aha karejomu”.
Dalam teks kita ini, sebenarnya usia lanjut menjadi orang yang sudah dipenuhi anugerah karena kasih Yesus. Anugerah tersebut membungkus segala ajaran Tuhan sehingga padanya dikenakan :
- belaskasihan
- kemurahan
- kerendahan hati
- kelemahlembutan dan
- kesabaran
Inilah karunia rohani yang membentuknya menjadi mahkota kehidupan bagi keluarga Kristen.
Tugas sebenarnya bagi lansia adalah :
- Sabar tehadap seorang yang lain
- Mengampuni seorang akan yang lain dan mengampuni
Namun semuanya itu dapat dilakukan apabila KASIH MENJADI ORIENTASI HIDUP DAN IMANNYA. Kasih sebagai pengikat yang mempersatukan adalah menyempurnakan .,bnd. Mat . 5 : 48
SEBUAH PERENUNGAN DAN
PERMENUNGAN
Semua orang lahir orisinal kebanyakan mati sebagai tiruan. Panggilan dalam hidup sampai usia yang lanjut bukanlah sebagai tiruan. Pada masa – masa penuh tekanan orang sekeliling, trend dan mode, kita perlu menyadari bahwa setiap orang sudah dirancang khusus oleh Tuhan sang pencipta. Setiap kita mempunyai panggilan yang unik. Dan oleh karenanya manusia harus menjadi dirinya sendiri, lanjut usia juga harus menjadi dirinya sendiri.
Sudah pasti kita selalu menemukan orang yang lebih kaya pengalaman dari orang usia yang sudah lanjut, lebih rendah pendidikannya mungkin dari kita atau yang lainnya, akan tetapi lain adanya, apa yang mereka miliki, dan apa yang terjadi dalam hidup mereka tidak mempunyai pengaruh atas panggilan kita. Kita diingatkan Firman Tuhan dalam Gal. 6 : 44 ….
Janganlah terbujuk mau diminta untuk tidak mengerjakan anugerah Tuhan pada lansia untuk tidak mengerjakan sesuatu oleh opini kelompok. Tidak ada bedanya apa yang orang lain percayai ; kita sebagai lansia harus percaya. Jangan pernah memilih untuk berhenti hanya karena seseorang tidak setuju dengan pribadi kita. Sebenarnya dua hal terburuk yang dapat kita katakan kepada diri sendiri ketika kita mendapat suatu ide adalah, “itu tidak pernah dilakukan sebelumnya” dan tentunya juga “itu sudah pernah dilakukan sebelumnya”
KESIMPULAN
Pilihlah dan raihlah hidup sampai menjadi Lansia dan menerimanya menjadi orang yang Tuhan ciptakan sebagai orang yang hidup dalam anugerahNya. Manfaatkanlah orisinilitas, penuh kasih dan kreatif Tuhan di dalam Lansia. Jika Lansia bukan anugerah Tuhan, menjadi siapa pribadi ini nantinya ?
SYALOM !!!