UCAPAN SELAMAT

November 16, 2009

IMGP4942

PUCUK PIMPINAN

DAN STAF KANTOR PUSAT GKPA

Mengucapkan

 

25-26 Desember 2009

dan

 

1 Januari 2010

Kepada :

Seluruh Jemaat GKPA, Majelis Pusat,BPP, KPU, Pendeta, Guru Parlagutan, Bibelvrow, Diakones, Sintua dan para pelayan  Purnabakti GKPA dimanapun berada

 

DSC02964

Selamat Ari Natal

dohot

Taon Baru

 

Sian Keluarga

Pdt.RSN.HARAHAP,MTh

Tu sude Ruas ni Parlagutan GKPA

 

Selamat Ari Natal

dohot

Taon Baru

 

Sian Keluarga

PDT. AHJ. SIBARANI STh

Tu sude ruas ni Parlagutan GKPA

 

Keluarga

Pdt John Hasiholan Pakpahan/Nurdiana boru Sinaga

Kezia, Stephen, Ribka dan Yehezkiel

Mengucapkan :

SELAMAT HARI NATAL

25 Desember 2009

&

TAHUN BARU

01 Januari 2010

Kepada Seluruh Jemaat GKPA

 

Selamat Ari Natal

dohot

Taon Baru

 

Sian Keluarga

St.Em.F.P.Sagala

 

Tu sude Ruas ni Parlagutan GKPA

ARTIKEL

November 16, 2009

LANJUT USIA

SEBAGAI ANUGERAH

TUHAN

( Kolose 3 : 12 – 14 )

Pdt.B.M.Siregar,STh

 

PENDAHULUAN

Kita hidup hanya sekali dan umurpun terbatas. Tidak bisa di ulang ataupun di perpanjang . Karena itulah hidup ini sangat berarti. Bila hidup itu berarti ? Kita boleh termenung sejenak, membuka memori terhadap suatu ingatan masa lampau sebagai umat yang hidup di dalam Tuhan pemberi hidup sepenuhnya. Sebab itu sungguh sayang hidup ini dijalani sekedar sebagai rutin, tanpa menikmati kedalaman maknanya. Pemasmur mengatakan ; “ ajarlah kami menghitung hari – hari kami sedemikian, hingga kami beroleh hati yang bijaksana, Msm.90 : 12 “.bnd. Gal.2 : 20. Hidup adalah anugerah maka syukurilah dan memang hidup itu perjalanan dan tempuhlah. Karena itu, lanjut usia, itu berarti pemberian ALLAH yang patut dihargai. Sebagai pemberian Tuhan kita menghargai usia lanjut Tuhan dipenuhi bagiku sampai pada saat ini, boleh diingat ”eben (ha) ezer“ pada Perjanjian Lama.

 

USIA LANJUT JUGA MASA TUHAN TERUS MEMPERBAHARUI

 

Tuhan mengatakan dalam kitab Kolose ini adalah saatnya untuk mengenakan amnesia baru di mana Tuhan memberi pengetahuan yang benar menurut khalikNya, (ay.10.) Hanya Yesuslah yang dapat memberikan ini. Sehubungan dengan pernyataan Nya “Sang jalan, kebenaran dan hidup, yang menegaskan …Aku datang supaya mereka mempunyai hidup, dan mempunyainya dalam segala kelimpahan“ , (Yoh. 10 : 10.)

Itulah sebabnya pada usia lanjut masa Tuhan membaharui hidup menjadi di masa anugerah Tuhan  dinyatakan sehingga hidupnya bermakna kepada anak, cucu maupun orang lain. Dirinya telah diberikan mengingat tonggak di mana Tuhan sebagai sang pemiliknya. Terlahir ke dunia dan kemudian bekerja dan sampai pada masa pensiun akhirnya kelak atau  berakhir pada kematian. Jika usia lanjut menjadi masa menerima pembaharuan Tuhan, itu berarti hidup bermakna bagi suatu anugerah yang sudah Tuhan letakkan pada imannya.

Itulah kedalaman hidup seseorang, yaitu bila hidupnya bukan mengarah kepada diri sendiri semata – mata, melainkan kepada sesuatu diluar dirinya. Arti hidup bukan diukur dari panjangnya, melainkan dari isinya.

 

USIA LANJUT SEBAGAI ORANG PILIHAN DAN DIKASIHI ALLAH

 

Paulus dalam konteks kitab Kolose ini memberikan kebajikan penting yang harus menyelimuti dan membungkus orang – orang, ataupun bangsa – bangsa. Paulus mulai dengan memanggil umat Kolose sebagai orang – orang pilihan Allah yang dikuduskan dan dikasihiNya. Disini sebenarnya sebutan aslinya adalah merupakan milik orang Jahudi. Mereka adalah umat pilihan dan juga bangsa yang dikuduskan dan juga dikasihi Allah. Kata berharga ini pernah menjadi millik umat Israel dan mengenakannya terhadap orang Jahudi. Dengan demikian ia menunjukkan bahwa kasih dan anugerah Allah  sudah mencapai semuanya bangsa yang dikasihi Allah. Tidak satu bangsa saja yang disenangi  ( * = most favored nation “) di dalam Kristus Yesus yang adalah kasih Allah itu.

 

Sangat penting dicatat pada setiap kebajikan dari maksud di atas berkaitan dengan hubungan pribadi antar – sesama manusia. Kebajikan dimaksud bukan suatu kelincahan atau kepandaian, maupun suatu kerajinan atau kerampilan. Kebajikan Kristen yang penting dan dasariah adalah suatu yang menyangkut hubungan antar manusia. Itu berarti sejalan dengan pilihan dan kasih Allah yang diimaninya. Tentunya keKristenan di sini adalah suatu komunitas. Pada sisi Ilahinya terdapat karunia yang luar biasa yaitu damai dengan Allah. Pada sisi manusiawinya, terdapat pemecahan yang luar biasa dalam kehidupan bersama. Dan itu nyata terdapat pada lansia yang lebih dahulu mengalaminya.

Lanjut usia menjadi pewaris maksud umat pilihan itu yang juga menjadi orang yang diteladani berhikmah bagi generasi berkelanjutan, (bnd.Amsal 17 : 6.)

 

USIA LANJUT SEBAGAI PELAKU- PENGAJAR  MAUPUN PENENTU

 

Secara phisik lansia adalah orang yang sulit dipahami dan dimengerti. Terkadang masa lalunya yang suka usil bisa semakin nyata dan kelihatan. Satu contoh pernah saya melihat dan dengar di depan mata , seorang perilaku mertua terhadap menantu yang tidak dapat diterima. Si mertua dimaksud lama tinggal didesa. Pada saat masa tuanya dia tinggal dirumah anaknya dikota . Perabotan dan mebel rumah semua serba lux… Dia sudah sakit – sakitan dan selalu ditinggal karena kerja mantu dan anaknya. Si mertua ini sudah sejak lama tidak bisa merasakan ia buang air (= prostat hipetensi).

Suatu hari ia buang hajat tanpa ia sadari, dan langsung ia menghapuskan ke perabotan mewah itu, lalu berucap “labu aha karejomu”.

Dalam teks kita ini, sebenarnya usia lanjut menjadi orang yang sudah dipenuhi anugerah karena kasih Yesus. Anugerah tersebut membungkus segala ajaran Tuhan sehingga padanya dikenakan :

-          belaskasihan

-          kemurahan

-          kerendahan hati

-          kelemahlembutan dan

-          kesabaran

 

Inilah karunia rohani yang membentuknya menjadi mahkota kehidupan bagi keluarga Kristen.

 

Tugas sebenarnya bagi lansia adalah :

-          Sabar tehadap seorang yang lain

-          Mengampuni seorang akan yang lain dan mengampuni

Namun semuanya itu dapat dilakukan apabila KASIH MENJADI ORIENTASI HIDUP DAN IMANNYA. Kasih sebagai pengikat yang mempersatukan adalah menyempurnakan .,bnd. Mat . 5 : 48

 

SEBUAH PERENUNGAN DAN

PERMENUNGAN

 

Semua orang lahir orisinal kebanyakan mati sebagai tiruan. Panggilan dalam hidup sampai usia yang lanjut bukanlah sebagai tiruan. Pada masa – masa penuh tekanan orang sekeliling, trend dan mode, kita perlu menyadari bahwa setiap orang sudah dirancang khusus oleh Tuhan sang pencipta. Setiap kita mempunyai panggilan yang unik. Dan oleh karenanya manusia harus menjadi dirinya sendiri, lanjut usia juga harus menjadi dirinya sendiri.

Sudah pasti kita selalu menemukan orang yang lebih kaya pengalaman dari orang  usia yang sudah lanjut, lebih rendah pendidikannya mungkin dari kita atau yang lainnya, akan tetapi lain adanya, apa yang mereka miliki, dan apa yang terjadi dalam hidup mereka tidak mempunyai pengaruh atas panggilan kita. Kita diingatkan Firman Tuhan dalam Gal. 6 : 44 ….

Janganlah terbujuk mau diminta untuk tidak mengerjakan anugerah Tuhan pada lansia untuk tidak mengerjakan sesuatu oleh opini kelompok. Tidak ada bedanya apa yang orang lain percayai ; kita sebagai lansia harus percaya. Jangan pernah memilih untuk berhenti hanya karena seseorang tidak setuju dengan pribadi kita. Sebenarnya dua hal terburuk yang dapat kita katakan kepada diri sendiri ketika kita mendapat suatu ide adalah, “itu tidak pernah dilakukan sebelumnya” dan tentunya juga “itu sudah pernah dilakukan sebelumnya”

 

KESIMPULAN

 

Pilihlah dan raihlah hidup sampai menjadi Lansia dan menerimanya menjadi orang yang Tuhan ciptakan sebagai orang yang hidup dalam anugerahNya. Manfaatkanlah orisinilitas, penuh kasih dan kreatif Tuhan di dalam Lansia. Jika Lansia bukan anugerah Tuhan, menjadi siapa pribadi ini nantinya ?

SYALOM !!!

 

ARTIKEL

November 16, 2009

DI  CIPTA  UNTUK  KEHIDUPAN  YANG  KEKAL

Pdt.John Hasiholan Pakpahan,STh

 

Allah memberikan kepada kita keinginan untuk mengetahui apa yang akan terjadi kemudian. Oleh sebab itu, Dia menciptakan manusia, bukan hanya untuk hidup sehari saja, seperti ciptaan lainnya,  tetapi Allah mencipta manusia agar dapat memahami dan mengetahui apa yang akan terjadi di hadapannya, yang akan terjadi untuk masa depannya.

Demikian  halnya dengan rancangan Allah terhadap manusia ciptaan-Nya. Tentang kelahiran Anak Allah Jesus Kristus sebagai Juruselamat manusia (NATAL), jauh sebelum Dia lahir, manusia telah diberikan oleh Tuhan Allah untuk mengetahuinya, bahkan tujuh ratus tahun sebelumnya, Allah telah mengatakan dan menjanjikan, melalui beberapa nabi-Nya, dan hal itu sungguh menjadi suatu kenyataan.

 

Saudara kekasih dalam Kristus Yesus, kehidupan kita ini bukan hanya untuk sesaat saja dijadikan oleh sang pencipta. Kehidupan kita di dunia ini adalah suatu persiapan besar terhadap satu pekerjaan yang luar biasa, di samping kita hidup, kita kebanyakan memikirkan  kehidupan hari lepas hari, minggu lepas minggu, bulan lepas bulan dan tahun lepas tahun. Kita seringkali lupa bahwa di hadapan kita ada suatu kehidupan yang luarbiasa indahnya ; KEHIDUPAN YANG KEKAL SELAMA-LAMANYA. Natal atau kelahiran Tuhan Yesus Kristus ke dunia adalah dengan suatu tujuan yang pasti, dan nyata, yaitu menyelamatkan seluruh umat, manusia dari perhambaan si iblis, dari kutuk dosa, dari kehidupan yang madesu (masa depan suram), untuk memahami dan mengerti akan rancangan Allah : Yeremia 29 : 11 SEBAB AKU MENGETAHUI RANCANGAN-RANCANGAN APA YANG ADA PADAKU MENGENAI KAMU, DEMIKIAN FIRMAN TUHAN, YAITU RANCANGAN DAMAI SEJAHTERA DAN BUKAN RANCANGAN KECELAKAAN, UNTUK MEMBERIKAN KEPADAMU HARI DEPAN YANG PENUH HARAPAN. Firman ini juga jauh sebelum Kristus lahir telah disampaikan kepada manusia oleh nabi Yeremia, sebagai wujud dari ciptaan Allah  terhadap manusia itu. Dia mau agar manusia itu sesungguhnya sadar dan paham betul betapa Allah memiliki cita-cita dan program yang luar biasa indahnya bagi kehidupan masa depan manusia itu. Kita harus mengerti bahwa dunia yang diciptakan oleh Allah ini adalah hanya sebatas batu loncatan, dan sebagai tempat pendidikan bagi anak-anak Tuhan, agar dirinya dapat terlatih untuk tujuan hidupnya yang luar biasa itu (HIDUP KEKAL) Dunia ini suatu tempat persiapan tubuh kita, sebelum kita sampai kepada suatu pertandingan yang sesungguhnya, bahkan dapat dikatakan dunia dimana kita berada sekarang ini, hanyalah sebatas worming start atau pemanasan bagi kita untuk masuk kepada pertandingan ; yaitu satu kehidupan yang akan datang dan yang telah disediakan oleh Allah.

 

Kehidupan di dunia pada zaman sekarang ini, bila dipakai hitung-hitungan matematik, ya paling banter 100 sampai dengan 110 tahun. Namun saat itu menjadikan kita untuk masuk kepada persiapan dan berbenah diri ke kehidupan kekal yang akan datang. Kesempatan yang sangat pendek bagi kita,  yang telah disediakan oleh Allah, seperti kata orang-orang bijaksana, ”Hidup ini adalah suatu bagian yang pendek dari bagian hidup yang kekal dikemudian.” Kita dicipta agar hidup kita sampai kepada kehidupan kekal selama-lamanya. Alkitab berkata, ”Allah memberikan kepada kita keinginan untuk memahami apa yang akan terjadi kemudian” Inilah suatu pengharapan yang luar biasa, agar kita sampai kepada masa yang akan datang. Hal ini dapat kita mengerti dikarenakan kita adalah sebagai ciptaan Allah yang segambar dengan rupa Allah, dengan tujuan agar kita sesungguhnya sampai kepada kehidupan yang kekal. Sesungguhnya kita harus tahu bahwa Alkitab telah berkata, manusia itu seluruhnya harus mati, namun seringkali manusia itu tidak menyadari bahwa hal itu adalah proses alami, yang tidak bisa sama saat, dan waktunya. Namun Tuhan Allah sebagai  pemilik dan penciptanya, sungguh memahami dan mengatur hal itu sesuai dengan kehendak-Nya. Secara jujur kami sampaikan bahwasanya seringkali perasaan pengharapan kita  sada selamanya kita bisa hidup!, dengan didorong oleh keinginan daging dan kemanusiaan kita. Memang secara rohani hal itu telah  firmankan Allah kepada semua orang yang percaya; Barangsiapa percaya kepadaKu, dia tidak akan mati ! pemahaman ini sesungguhnya mengajak dan mengajar kita untuk mengerti akan arti hidup yang dikemudikan Allah. Hanya orang-orang yang dikemudikan dan dikendalikan Tuhan Yesus Kristuslah yang dapat mewarisi ketidak matian yang kekal atau kehidupan kekal selama-lamanya. Perlu kita sadari, bahwa akan tiba saatnya akan berhenti segalanya untuk kita, termasuk berkat-berkat-Nya, sehingga kita harus pahami itu sebagai akhir dari kehidupan jasmani kita di dunia ini. Jadi hidup kedagingan itu adalah, hidup sementara yang menjadi tempat sesaat bagi Roh Allah yang telah melahirkan kembali kehidupan rohani kita. Alkitab berkata bahwa daging kita ini adalah rumah-rumah sementara bagi naungan Roh Allah, tapi rumah yang sesungguhnya; ”Suatu saat akan Allah nyatakan kepada kita”. Kita tahu bahwa setelah kemah yang kita diami dibumi ini rusak, maka Tuhan Allah akan menyediakan tempat di Surga, yang bukan buatan tangan manusia, dan yang tidak mau rusak untuk selama-lamanya. Itulah sebabnya dikatakan, bahwa hidup yang sekarang ini adalah persiapan terhadap kehidupan yang kekal. Hanya kepada orang-orangNya Tuhan Yesus Kristuslah hal itu ditawarkan dan diwariskan. Karena  itu sebagai anak-anak tebusan-Nya dari perhambaan dosa, dengan harga lunas tentunya dibayarkan oleh Dia 2000 tahun yang lalu di Kayu Salib Bukit Golgota, sebab di dalam diri-Nya sesungguhnya telah terpatri cita-cita dan rancangan yang indah dan sempurna, yaitu : ”KITA MANUSIA DICIPTANYA UNTUK KEHIDUPAN YANG KEKAL SELAMA-LAMANYA.” Saudara-saudari terkasih dalam Yesus Kritus, makna Natal tahun ini harus kita pahami dan kita sambut sebagai wujud  kepedulian Allah terhadap ciptaan-Nya, agar ciptaan-Nya itu kembali kepada Peta dan Teladan Allah ( I ma go Dei). Kelahiran sang Juruselamat bagi dunia, terlebih bagi umat pilihan Allah adalah sebagai berikut :

 

 

 

1. Mengajak manusia dan memahami kembali rancangan dan cita-cita Allah bagi umat ciptaan-Nya

 

 

2. Mengingatkan manusia ciptaan-Nya untuk memandang dan memikirkan ke depan rancangan damai sejahtera yang telah direncanakan-Nya

 

 

3. Merespon kembali rancangan Allah terhadap ciptaan-Nya, yang sudah percaya agar menjadi Garam dan Terang; ”Garam yang mengasini dunia, dan Terang yang memberi cahaya kepada orang-orang yang masih dalam kegelapan, untuk menerima kehidupan yang kekal.

 

 

4. Menyambut Natal sebagai kelahiran Yesus Kristus yang membawa Hidup Kekal.

 

 

HATORANGAN NI JAMITA

November 16, 2009

CAART007

Amnesia

VS Anamnesis

Partangiangan Ujung Taon

Kamis, 31 Desember 2009

Jamita     : Masmur 103 : 8 – 18

Sibasaon : Rom 8 : 33 – 39

 

1. Pada umumna mura do jolma mangalupahon haburjuon ni Tuhan dohot donganna jolma. I do umbaen umabahat do jolma maol mandok tarimakasi dohot marsyukur. Sasintongna mansai ponting situtu do marningot hadedenggan ni Tuhan dohot donganta jolma di pardalanan ni ngolunta on, aso digohi roha tarimakasi dohot panghirimon na mangolu rohanta i. Momen (tingki) pargantian ni taon ma na pas laho marningot i sudena. I do umbaen turpukta dibagasan Partangiangan Ujung Taon on manaringoti hadedenggan ni Tuhan maradophon ngolunta sian na mamungka hita mardalan sian 1 Januari 2009 lopus tu borngin on 31 Desember 2009. Antong taligi ma jolo bia do parmasmur i laho mangungkap hadedenggan ni Tuhan di pardalanan ni ngolunta di taon 2009 i.

 

2. Gagasan utama di bagasan Masmur on i ma holong satia ni Tuhan. Parmasmur manghatai jana paingothon dirinia sandiri (dohot pambasa ni masmur on) bahaso TUHAN i ma TUHAN na gok holong satia jana parasiroha. Gagasan on dijabarhon dibagasan pokok-pokok songon na di toru on:

 

3. Amnesia VS Anamnesis. Jolma cenderung mangalami amnesia. Amnesia i ma panyahit lupa parningotan. Songon kacang lupa kulitna. Hadengganan ni Tuhan dohot donganta jolma nadung dikarejohon na salolotna on nada taingot jana habang songoni sajo. Tapi angka hahurangan ni Tuhan dohot donganta jolma sai torus marsingotngot di bagasan rohanta lopus tu holiholinta. Adong pandohan na mandok, “Ma tarholi hulala hancitna na dibaennia i tu au, jadi nada tarlupahon au be i”. On ma mambaen ngolunta taraso paet jana parir. Dipaingot si Parmasmur on do hita: ” Puji ma TUHAN, ale tondingku, jana ulang halupahon sude hadenggananNa!” (ay. 2). Hata “ulang halupahon” diterjemahon sian hata Heber shakach. Pandohan “ulang halupahon” on artina nada holan maras-tuan mangingot sajo (remember) tapi dao umbagas astuanna i ma marmomosi (memorize). Jadi nada holan sakadar mangajak giot marningot tapi dohot do marmomosina di bagasan rohanta. Marmomosi i ma pangalaho na marningot dohot mangauhon huhut mangkarejo-honna. Di bagasan istilah liturgis, marmomosi digoari ma i dohot pandohan anamnesis. Parmasmur mangigil dirina sandiri dohot donganna na asing anso ulang gabe jolma na amnesia (lupa) tu hadengganan ni Tuhan, tapi angkon jolma na ra mar-amamnesis (marmomosi) hadedenggan ni Tuhan ma hita dibagasan pardalanan ni ngolunta on. Dibagasan proses anamnesis on, hadirion dohot hadedenggan ni Tuhan nada holan dimomosi songon pambaenan nadung solpu, tapi angkon tamomosi do pambaenan ni Tuhan i sadarion, dohot tu ari na giot ro on dope. Parange sisongon on ma na margogoihon jolma mandok tarimakasi dohot manghasabamhon ngoluna di bagasan panghirimon na mangolu. Muda songoni, mura ma hita mandok, “Puji ma TUHAN, ale tondingku…”

 

4. Hadengganan dia ma na angkon siingoton dohot simomosionta?

Adong lima hadengganan ni Tuhan na ni dok ni Parmasmur i ma: manyesa dosa, pamalum nasa nyae, manobus jolma sian hamatean, marhasurungan, dohot pasonanghon. Sude hadengganan i dipadomu si Parmasmur tu parmalum ni angka nyae. Harana nyae di tradisi ngolu ni halak Jahudi dipahombar do i tu dosa. Muda adong halak na marnyae dipamalum sian nyaena, dirajumi do i bahaso dosania madung disesa. Artina, hamamalum i nada diartihon songon akibat tindakan medis sajo, tapi na umponting i ma harani hasesaan ni dosa dohot holong ni roha ni Debata Ama. Debata Ama do mual ni hamamalum ni nyae. Hamamalum sian nyae patidahon holong satia dohot asi ni roha ni Debata do i tu jolma si pardosa i. Hamamalum sian nyae paluahon jolma sian hamatean, sakaligus mamboan parubahan identitas tu angka halak na mangalamisa. Identitas songon halak na  dianggap mardosa, najis, dohot naso marmartabat, berubah manjadi jolma na ditobus dohot na dipasangap ni Tuhan. I do umbaen didok dibaen Tuhan do jolma i marhasurungan. Angka jolma na marhasurungan ma na dapotan hasonangan. Dirajumi ia ma ngoluna na dipasonang Tuhan. Tuhan manghaholongi nada satongasatonga, tapi secara tuntas: malum sian nyae jana malua sian hamatean.

 

5. Mangoku Tuhan gabe Ama. Pangalaman di holong satia ni Tuhan na sanggam manubuhon pujian (doksologi). Pangokuan dohot pamujion bahaso Tuhan i ma Tuhan na marholong ni roha. Tuhan nada sai torus manuntut, pandondam, sanga pe pamalos. Debata i ma Debata parholong roha na sumurung tu angka jolma. Holong ni roha ni Tuhan gabe dianalogihon songon holong ni Amaama tu angka dakdanakna. Aha gunana pangokuon dohot pamujion on? Anamnesis: marmomosi hadedenggan ni Tuhan. Marhite na marmomosi jana mangoku holong ni roha ni Debata, gabe mambaen margogo ma jolma i manghatarimakasihon ngoluna na jolo, sannari, jana marpanghirimon na mangolu tu ari na denggan na gito ro on. Harani i, angkon mampu ma hita mamalos holong ni roha ni Debata marhite ngolu na marholong ni roha na satia tu Debata Ama.

 

6. Di Partangiangan Ujung Taon on, mare ma hita marmomosi denggan basa ni Debata nadung tajagit sian Ibana. Angke diboto Tuhan do asal mulanta, diingot Ia do hum abuan sajo do hita. Songon duhut, nada sadia honok ngolu ni jolma, marbunga ma ia songon bunga di ladang; muda diombus alogo, manigor mago ma ia, nada adong be marnidasa mangulaki. Tapi laing holong do roha ni TUHAN mida na sai porsaya, marsundut-sundut do mardalan hadenggananNa, di halak na marsitiopan tu parjanjianNa, dohot na marsitutu mangoloi parentaNa. Amen.

 

fidei-gladys

Padangsidimpuan,  Oktober 2009

Pdt. Tuty Zastini Hutabarat,S.Th.

HP. 0813 18 200055

 

HATORANGAN NI JAMITA

November 16, 2009

BSNBI061

“PADIAR MA MATE NAPOSOMON DI BAGASAN SONANG”

 

Minggu Dung Natal

Tgl, 29 Desember 2009

Jamita     : Lukas     2 : 27 – 35

Sibasaon : Jesaya 52 :   7 – 10

 

1. Adong ma na margoan si Simeon di Jerusalem. Sahalak na bonar jana na badia na painteintehon Sipalua di halak Israel. Digohi Tondi di ia. Mansai bahat do arsak, partontangan ni ngolu na niadopi ni si Simeoan songon sahalak Israel na tinggal di Jerusalem na torus dibagas joro ni Debata. Sabar do ia painteintehon Sipalua ni halak Israel. Dung sorang Jesus, diida jana dirasahon si Simeon ma Sipalua i. Adong do kemungkinan di hatiha na painteintehon haroro ni Sipaluai i, ia diadopi ia do perasaan na hampir putus asa, i do umbaen didok ia hatana, “Saonnari ma o Tuhan dipatulus Ho baga-bagaMu. Padiar ma mate naposoMon di bagasan sonang”. Tapi nada ra dope ia mate painte so diida jana dirasahon ia Sipalua i. Akhirna dijagit jana diida si Simeon do aha na dijanjihon ni Debata tusia. I do umbaen na didok ia, “Padiar ma mate naposoMon di bagasan sonang”. Dung diabing ia Jesus na marumur salapan taon i, mur porsaya situtu ma ia ngolu na gok hadamean dohot si jop ni roha i di ngoluna. Ro do Simeon tu bagas joro ni Debata laho manjalahi hadamean. Bahat do halak na so mampu mangalami dohot marasahon hadamean dung ro tu bagas joro ni Debata harana ro ia tu bagas joro ni Debata nada dibagasan Tondi ni Debata, tapi dibagasan hagiot ni hajolmaonna sandiri do. Ro tu bagas joro ni Debata holan patidahon sinadonganna, patidahon huasona, patidahon habeteng-onna, patidahon hajogalonna, patidahon hamaloanna. Tapi angka jolma na ro tu bagas joro ni Debata di bagasan Tondi ni Debata, na malungun pasuo dohot Jesus, na malungun di haluaan na sian Jesus angkon dapotan hadamean na sian Jesus. Muda mangolu hita dibagasan habonaran dohot manghangoluhon hasintongan ni Debata, bisa ma hita marsuo dohot Jesus di ngolunta siganop ari. Parsuoan ni si Simeon dohot Jesus nada secara “kebetulan” tapi na dituntun ni Tondi Parbadia do si Simeon masuk tu bagas joro ni Debata Ama, di tingki si Maria dohot si Josep maroban Jesus laho “mangalehen” anak ni halahi tu Debata.

2. Berrefleksi sian penyerahan ni Jesus on bisa taida paboa si Maria dohot si Josep satia do laho mangkarejohon aturan ni ugamo na dung di haporsayai halahi. Hataaton ni si Josep dohot Maria on gabe tiruan ma on di sude keluarga ni halak Kristen laho mamboan angka dakdanakna tu adopan ni Debata di hamenehonna dope. Dilehen dakdanak i tu adopan ni Debata aso parsidohot do dakdanak i di harajaan ni Debata sian sihamenehonna dope lopus tu ujung ni ngoluna. Naumponting dope tahe nada holan mamboan dakdanak i tu adopan ni Debata marhite ibadah pandidion sajo karejo ni simatobang ni dakdanak i. Tapi dao umbagas sian i, i ma lahio mamodai, mangajari dakdanak i aso magodang dibagasan lomo ni roha ni Debata Ama na mangoloi poda dohot hata ni Debata dohot simatobangna. Muda natoras ni dakdanak i mampu pagodang anakkonna i di bagasan ajar dohot poda na sian Debata, pasti do dung di hatihana muda pe nada lobas simatobangna i laho mangaramoti anakkonnai, ma bisa halahi mandok, “”Saonnari ma o Tuhan dipatulus Ho baga-bagaMu. Padiar ma mate naposoMon di bagasan sonang”. Artina, dengan rela dohot jiwa na besar berani mengundurkan diri, memberi kesempatan tu dakdanak i, generasi muda laho manoruskon aha nadung dipungka simatobangna. Simatobang angkon mangalehen dirina mangajari, mamodai huhut padasipkon pendidikan dohot pendewasaan ni dakdanak i, berani pahabiskon tingku dohot gogona tu angka anakhonna. Boros tingki dohot gogo merupakan bentuk holong na utama. Angka natoras naso berani pahabishon tingki dohot gogona tu anakkonna berarti naso dihaholongi ia do anakkonna i.

 

3. Hara na sian mudar dohot pamatangta do dakdanakta i tubu, berarti angkon rap dohot do halahi muse dapotan di hangoluan na so mantak i. Marhitehite na pasahathon halahi tu adopan ni Debata berarti na paluahon halahi do hita sian gomgoman ni sibolis na giot manyego-nyego dohot pamatehon halahi. Mangalehen dakdanak tu adopan ni Debata marhitehite pandidion berarti mangalehen hangoluan na so mantak ma di dakdanakta dohot paluahon halahi sian hamaten na manongtong. Tubu ma sapasapa di hita nuaeng. Bia dehe sikapta mamikirhon ngolu ni angka anakkonta di tingki on? Bahat do halak Kristen nuaeng merasa puas dohot bangga muda dung diboan ia dakdanaknia tu gareja manjagit pandidion na badia i. Tapi dung dididi di gareja, nada ditoruskon halahi be tugas pembinaan, pangajarion tu angka dakdanak na tardidi i. Akibatna, bahat ma dakdanak na magodang secara fisik, tapi inda matobang di haporsayaanna na sintong tu Jesus. Jeges jana tampan do dakdanaki idaon sian luar, tapi keropos di partondionna. Muda sisongon i do keadaan ni angka dakdanak ni halak Kristen, nada bisa dope simatobang ni dakdanak i mandok, “”Saonnari ma o Tuhan dipatulus Ho baga-bagaMu. Padiar ma mate naposoMon di bagasan sonang”. Angke nada mampu dope simatobang ni dakdanaki patandahon haluaan na sintong tu angka dakdanak na i. Muda sisongon on do kualitas ni simatobang ni halak Kristen di jaman on, bisa tapastihon nada lolot be martahan angka naporsayai di na menghadapi partontangan ni ngolu na niadopina dung magodang halahi muse. Taiida ma bukti-buktina. Madung bahat angka dakdanak ni halak Kristen na marbalik agama sian Kristen keh tu parugamo na asing. Mura do meoleol pandirian ni naposobulung di pangaran-toanna. Antong aso sonang rohanta marnida haluaan i, taharingkotkon ma padasiphon pangajaran ni Tuhanta i tu halahi marhite na ringgas mamboan dakdanaktai tu adopan ni Debata dohot bagas joro ni Debata. Amen.

 

fidei-gladys

Padangsidimpuan,  Oktober 2009

 

Pdt. Tuty Zastini Hutabarat,S.Th.

HP. 0813 18 200055

 

HATORANGAN NI JAMITA

November 16, 2009

BSNBI018

Na manjagit Jesus gabe angka dakdanak ni Debata

PESTA NATAL PADUAHON

Sabtu,  26 Desember 2009

Jamita      : Johannes   1 : 9-14

Sibasaon : 1 Johannes 2 : 7-10

 

Patujolo

 

Parsaoranta hatiha on ima ari paduahon na laho mamestahon hasosorang ni Tuhan Jesus. Pola dua ari hita marpungu laho marjop ni roha di bagasan pesta natal, na patuduhon songon ima ringkot na hasosorang ni Tuhan Jesus di pardalanan partondion (pengalaman spiritual) ni halak na porsaya. Tapi di bagasan hataridaan na di tonga-tonga ni parlagutan nada pola bahat ruas ni parlagutan i na ro tu gareja. Tutu dehe ringkot sajo pesta paduahon i?. Tontu angka hita be ma na mamasa turpuk on laho pahusor-husoron i, na pasti di kurikulum ni gareja sai tongtong dope disangkapi jana dibaen anso sude halak na porsaya marlagut mamestahon haroro ni Jesus, astuanna sai nadung dipangkilalahon angka uluan ni gareja na ingkon marlagut hita marningot hasosorang ni Tuhan Jesus. Nada tuk nian holan sadari laho pahusor-husoron angka tona na sian Debata di  hasosorang ni Tuhan Jesus. Bahat na ingkon begeonta jana simomosanta di ari i.

 

Turpukta di pesta paduahon on ima taringit tu ”Hata na mangalehen Hangoluan”. Di angka parsermonan jotjot do tarida pandapot taringot tu turpuk on bahasa ponggol sada sian evangelium ni si Johannes maol astuan, harana nada songon pandohan ni angka parpilsafat do turpuk on, jana nada songon sada surat na marisihon turi-turian. Tapi sasintongna nada na maol astuan turpuk on muda tasulingkit, taihutkon ma hatorangan na di di toruon.

 

 

Muda taida tu evangelium na asing, parmulaan ni pambaenan ni Debata taringot tu Jesus dipungka marhite-hite karejo ni tokoh Johannes Pandidi. Di Matius 3:1-17 dipabotohon taringot tu pangkobasion ni si Johannes Pandidi dohot na dipandidihon ni si Johannes Tuhanta Jesus. Markus 1 :1-8 : Pangkobasion ni si Johannes Pandidi, Lukas 1 :5-25 taringot tu hasosorang ni si Johannes Pandidi. Nah.. sasintongna evangelium Johannes pe dipungka do sian panandaion ni si Johannes pandidi, tapi diihutkon mai dohot sada ende liturgi ni huria na parjolo na marisihon kristologi (sada hymne) dipamasuk tu  bagian patujolo ni kisah Johannes songon na adong di hita sonnari. Jadi songon na nidok ni si C.H.Dodd, evangelium Johannes asing sian angka evangelium na asing harana evangelium ni si Johannes nada dipungka parkarejoan ni Debata di tano on, tapi di banua ginjang.

Mamungka sian ayat sada, jumpang hita pandohan ’’Hata i ’’ na marharoroan sian hata ’’logos’’. Muda filsafat Yunani, na marcampur rap dohot ajaran mistik gnostik, logos ima sada wujud na so haidaan na parjolo haruar sian hatutuan na marisihon nasa na adong jana manjoloani nasa na adong. Pandohan na ummura astuan patorangkon logos jumonok tu pangantusian ”pikiran”. Di zaman ni si Johannes, Palestina ima bagian ni budaya Hellenis, jadi nada pola longang roha muda angka pandohan filsafat (istilah-istilah Filsafat) dipake angka na manyuratkon evangelium laho patorangkon taringot tu haposayaan. Asing ni pengaruh Yunani, panyurat patoruskon sada tradisi Yahudi na ro sian Padan na Robi, ima konsep ”Bisuk” (Hikmat) na adong rap dohot Debata di tingki manompa na sa na adong (tangkasi ma jolo Poda 8:22-31 anso pe dilanjutkon bahasan on).

 

Jesus ima khidmat dohot logos, jadi Jesus rap dohot Debata tingki manompa na sa na adong, jana di bagasan Jesus adong hangoluan (Gorik :Zoe), jana nasing muse di Johannes ponggol sada on Jesus disarupohon dohot Sinondang (Gorik: foos). Sinondang i laho tu jolma. Jadi Jesus ima hangoluan dohot Sinondang nadung ro tu Portibion, ima na gabe jamita di pesta natal di ari paduahon on.

 

Hatorangan :

Ayat 9 : Torang (sinondang) na tutu na manorangi sandok jola madung ro tu portibi. Andorang so ro Jesus Kristus tu portibion, madung adong sinondang i, tapi di tingki haroro ni Jesus madung dibaen Ia gabe sinondang na satutuna jana na sintong. Sian pangantusion on do hita mandok Jesus ma na gabe hagogok (kepenuhan) ni sude angka sinondang na dilehen ni Debata, jana na gabe lalu hita tu pangajaran ”Kristocentris” ima berpusat tu sinondang na adong di Kristus Jesus.

 

Ayat 10-12 : Jesus ro tu bagasan kosmos. Muda diterjemahan Bibel Angkola dibaen do hata on “BangsoNa”. Tapi kosmos bisa di bagasan dua pangantusion ima portibi sanga pe sekelompok oranga i ma bangso Israel, naditompa ni Ibana, tapi nada ditanda kosmos i Ibana. Kosmos di bagasan turpuk on ima nasa jolma (di bagasan pangantusion kolektif), nadung ditompa ni Jesus, harani na nitompa ni Ibana, gabe nampuna ni Jesus, tapi nada dijagit jolma i Ibana. Jolma di bagasan pangantusion di son ima saluhutna nasa jolma na di portibion, jadi-jadian ni Debata na mangalo Ibana, tapi bisa do muse di bagasan pangantusion na paduahon ima : sada kelompok ni hajolmaon  “halak Jahudi”, ima na di bagasan evangelium Johannes na manulak jana na tongtong maralo rap dohot Jesus, na ditulak ni halahi ima Jesus na gabe Anak ni Debata. Tapi naumporlu di hita saonnari hombar tu turpuk on (ayat 12) ima : bope sian halak Jahudi sanga sian hajolmaon sudena, sanga ise na manjagit Jesus gabe angka dakdanak ni Debata mai. (Gorik: Tekna Theou). Angka dakdanak ni Debata di son na sian hata Tekna jotjot doi dipake laho patuduhon status naniangkat sian hatoban (Anak Partubu tongtong do sian terjemahan Huios).

Astuanna di si muda anak angkat sian hatoban, taboto do muda hatoban nada adong di si hak (hak mangkatai, hak manontuhon dohot hak manean), holan na mangoloi tuanna do hatoban, tapi muda diangkat Jesus gabe angka dakdanak ni Debata gabe tangkas ma statusna di harajaan ni Debata; tangkas ma na gabe parsidohot ia di harajaan ni Debata, tola mangkatai jana manontuhon di haputusan nang songon i gabe panean di harajaan ni Debata. Debata do namanubuhon angka dakdanak ni Debata i. Bisa pabagasonta hatorangan ni on taringot “Tubu Padua-nolihon” songon pangkataion ni Jesus rap dohot si Nikodemus (ligi ma di Johannes 3). Muda tatangkasi taringot tu si bisa ma idaonta hubungan ni Hata na gabe Anak Ni Debata, jana Debata  na gabe Ama songon i muse Tondi ni Debata na patubuhon angka anak ni Debata. Konsep Debata si tolu sada digombarhon si Johannes di son.

 

Ayat 13-14 : Angka naso tubu sian mudar sanga sibuk, sanga sian hagiot ni pamatang ni halaklahi (nafsu), tapi naditubuhon ni Debata. Di son tangkas ma idaonta naso mangihutkon ide taringot tu proses ni haportibion (natural). Hata mudar na dibagasan hata gorik disuratkon di bagasan bentuk jamak, ima songon dia proses alami, mudar ni natorasna dua-dua. Jadi ise do nadimaksud di son? Angka napaubahon roha jana haruar sian kelompok kejahudian sanga sude jolma do nadung paubahon roha jana namangoku Jesus Kristus sian sude bangso ?. Tontu napaduahon ido astuanna di son, lumobi mai di ayat 14 didok : bahaso logos madung gabe jolma. Di hata Gorik didok “sarx astuanna sibuk”, na patuduhon tu jolma sudena, ima na laho paluahon  jolma na dibagasan hagolapan.

Jesus madung ro tu portibion sian banua ginjang, na gabe jolma sarupa tu jolma na asing, tapi Ibana na marsangap (mulia), gok asi ni roha (charitos) dohot hasintongan (aleteia), harana Jesus ima monogenus para patros “Anak ni Debata nasasadai”. Hata  sanga logos nada na sorang sian Debata, tapi didok rap dohot Debata jana Debata sandiri. Jadi AnakNa na sasada i (dipaboa doi muse di ayat 18) patuduhon hasadaon dohot jonokna Jesus dohot Debata. Pandohan “madung di tonga-tonganta” hata hita di son ima angka namamasa evangelium Johannes di hatihai, tapi laing na patuduhon na sahat doi tu angka namamasa egangelium on tu hita sadarion. Hita pe madung manyaksihon hamuliaonNa, hita pe madung manyaksihon logos/hata i madung gabe jolma. Jana tontu muda angka na manjagit “hatai do hita na gabe dakdanak ni Debata ma hita : adong statusta na tangkas di Harajaan ni Debata.

 

Hahonaanna.

 

1. Ingkon pangkilalahononta do jop ni roha ni portibion nadung dapotan Sinondang, na manorangi saluhutna jolma, jana ima na gabe jop ni rohanta di pesta natal ari paduahon on. Sada pambaenan halongangan na sian Debata doi lopus tu hita sadarion.

 

2. Jesus dipatudos tu hata na rap dohot Debata, jana nadung gabe jolma di portibion ima na mambaen adong parsaoranta rap dohot parbanua ginjang, jana dison ma tangkas astuanta bahaso Debata madung mardenggan rap dohot jolma.

 

3. Jesus dipatudos muse rap dohot Sinondang : Muda sifat na tumangkas sian sinondang ima tongtong do mago hagolapan muda ro sinondang. Jana muda adong sinondang gabe tangkas ma taligi dalan siboluson anso lalu tu tujuan. Muda halak na mardalan di hagolapan, jotjotan mai gabe lilu. Antong didok di turpuk on : Sanga ise na manjagit sinondang i ima Jesus sandiri gabe monang ma hita manaluhon hagolapan, sanga manaluhon sibolis. Muda tongtong tatiop Sinondangi, gabe tangkas ma hita didia mardalan ima di dalan hasintongan jana lalu ma hita tu Harajaan ni Debata.

 

4. Digoaran do angka namanjagit Hata dohot Sinondang i gabe dakdanak ni Debata. Taingot ma muda angka dakdanak ni Debata do hita gabe pasti do hita panean di Harajaan sogot, antong nada tama angka dakdanak ni Debata marpangalaho songon sada hatoban dohot mian di hagolapan sanga mangihutkon hagiot ni sibolis. Amen-horas jana selamat natal.

 

 

Pdt.Josep P.Matondang.

Ka.Biro III

 

HATORANGAN NI JAMITA

November 16, 2009

BSNBI042

“HALONGANGAN DO HASOSORANG NI JESUS I

Natal 1

JUMAT, 25 Desember 2009

Jamita      : Lukas 2:15-20

Sibasaon : Pangarataion 18:15-19

 

1. Elmer Kline, sahalak manajer perusahaan pambaen roti taon 1921, dilehen tugas giot membaen goar produk roti tawar naimbaru na diproduksi ni parusahaan i. Di tingki marpikir sada goar na bisa “menarik perhatian”, didapot ia ma alusna di inganan na so tardugaduga. Di tingki markunjung ia tu lapangan Indianapolis Motor Speedway, so ma gior mangaligi Festival Balon Internasional. Digombarhon ia ma pemandangan balon-balon udara na jeges, na mangalewati langit Indiana songon na “memengagumkan dohot
na manghalongangkon”. Torbit ma di pikirannia mambaen goar ni produk i “Wonder Bread” (Roti Halongangan/Ajaib). I do lopus tu sadari on, kemasan ni roti on dihiasi gambar balon na berwarna-warni. Hata halongangan (wonder) i ma hata na marisihon arti dohot makna na mansai penting sian rotinai sandiri. Kamus mangartihon halongangan songon “boncir ni hahomangan”. On ma hata na mang-gombarhon pengalaman ni sude jolma na adong di sekitar peristiwa haroro ni Jesus tu tano on – angka surusuruan, si Maria, Yusuf, angka parmahan, dohot sude jolma na mambege barita hasosorang ni Jesus i. Dipatorang panurat ni buku Lukas do paboa sudena jolma  “longang jana homang situtu” (Luk. 2:18). Sude do jolma homang jana longang laho marnida hasosorang ni Jesus tu portibi on. Anggiat ma di tingki na mamestahon hasosorang ni Jesus on tubu ma di hita halongangan dohot hahomangan marnida holong ni roha ni Debata Ama laho manopot hita jolma tu portibi on. Angke ngolunta on sai torus do digohi angka halongangan dohot hahomangan godang muda tajagit Kristus sorang di rohanta be.

 

2. Aha ma barita halongangan di hatutubu ni Jesus Kristus tu portibi on? Naparjolo, dipaboa Debata Ama do hasosorang ni Jesus tu angka parmahan. Angka parmahan i ma halak na so dihormati halak golongan ortodoks Yahudi na menganggap dirina na dumenggan di hatiha i. Angka parmahan nada bisa mandalanhon uhum ibadat secara detail; nada bisa halahi manjaga uhum (isarana mambasu tangan painte so mangan) dohot bahat paraturan na asing na i. Diremehkon golongan ortodoks Jahudi do halahon. Harani i, halongangan na parjolo di hasosorang ni Jesus i ma dipaboa barita na denggan i tu halak na sederhana. Napaduahon, hasosorang ni Jesus di bara ni pahanpahanan. Mungkin sugari mangolu hita di hatiha i pasti do hita mangharaphon hasosorang ni Jesus di istana sanga pe di inganan na layak. Sian on tarida bahaso hasosorang ni Jesus tu portibi on nada ditontuhon inganan na sumangap. Marhite on dipaboa tu hita, sorang do Jesus di bangasan ngolunta na so hasaya i, di bagasan parangenta na layas i, dipangalahonta na hasurahan i laho paturehonsa aso gabe dapotan haluaan hita. Sorang do Jesus diangka parangenta na so ture i aso dipature ia parangenta i. Sorang do ia dibagasta na gok parsoalan i aso dipadame ia sude pangisi ni bagasta i. Napatoluhon, tubu Jesus sian sada bujingbujing na so marbagas dope. Muda di hatiha sannari kejadian i, manigor ma hona surahan si Maria, hona pabali sian gareja angke gabegabean ia di na so hatihana dope. Sian on bisa tarida bahaso Debata markarejo di luar batas pemikiran ni hajolmaon. Debata bebas manontuhon cara haroro-Na tu portibi on laho paluahon jolma si pardosa i.

3. Muda halongangan do hatutubu ni Jesus tu portibion, bia do reaksi ni angka jolma manjagit hasosorang ni Jesus Sipalua jolma i? Naparjolo, porsaya do angka parmahan i di barita hasosorang ni Jesus. Manigor sahata saoloan do halahi laho mangaligi Jesus na sorang i. “Beta ma hita tu Betlehem anso taida na masa i, na nipaboa ni Tuhan i tu hita.” Manigor sepakat do parmahan i kehe tu Betlehem atik pe sasintongna nada adong na istimewa siligion di Betlehem hatiha i, tapi dibaritahon halahi do barita na dibege halahi taringot tu dakdanak na tubu i. Dung diida angka parmahan i Dakdanak i, di-caritohon halahi ma sude na dung dipaboa tu halahi taringot tu Dakdanak i. Aha ma na dipaboa surusuruan i tu parmahani? Dipaboa surusuruan i do bahaso dak-danaki i ma Kristus. Jana barita si jop ni roha on dipabotohon halahi parjolo tu si Maria dohot si Josep dohot tu sude jolma na pasuo rap dohot halahi. Haporsayaan ni parmahan on mambaen halahi gabe saksi hasosorang ni Kristus Tuhan. Atik pe di hatiha i, nada talup jana nada di akui angka parmahan gabe saksi. Artina, di hasosorang ni Jesus terjadi perubahan status sosial ni parmahan. Dibaen Debata Ama do angka parmahani gabe saksi na parjolo na bisa mamaritahon aha na dung diligi jana na binege ni halahi taringot tu Jesus Kristus. Jana hasaksian ni parma-han on mambaen halak gabe longan situtu. Halak pe homang ma rohana umbege carito ni angka parmahan i. Napaduahon, si Maria. Marbeda sian angka si parmahan. Angka parmahan mamaritahon na dung dibege dohot na diligi ni halahi tu sude jolma, tapi anggo si Maria disimpan ia ma sudena i di bagasan rohania mamikirkon sanga aha arti ni sudena i. Si Maria manyimpan di bagasan rohania hata na ni dok ni parmahan i paboa dakdanak na sorang i i ma Kristus. Manyimpan berarti diparhatutu ia do barita na diboan ni angka parmahani bahaso Jesus nasorang i, i ma Kristus. Songon sada ina ia, tontu mansai jop situtu do rohana mambege barita nauli i, bahaso dakdanak na ditubuhonnia i ma Kristus.

 

4. Sannari bia do hita mamestahon hasoso-rang ni Jesus? Adong do pergeseran na semakin membahayahon ngolu ni ha-karistenonta di hatiha on. Angka aha ma i? Naparjolo, fokus ni pesta natal gabe mangondolhon pernak-pernik natal isarana: pohon natal, kue natal, baju natal, kartu natal, kado natal, bingkisan natal. “Ide laho mamake pohon Natal ro tu Inggris sian haporsayaan ni halak Eropa painte so siihutkon Kristus halahi. Suku Celtic dohot Teutonic manghormati pohon-pohon on di tingki perayaan musim ngali (dingin) songon simbol hangoluan na manongtong. Pohon on disomba songon janji angkon ro ma sang mataniari. Gabe dianggap ma pohon natal on i ma lambang ngolu na manongtong di angka sisomba ganaganaan, gabe lambang ni Sipalua jana marhitehite i ma gabe nada tapisah-kon be pohon natal dohot hasosorang ni Jesus. Gabe taanggap ma pohon natal on songon lambang ni hangoluan na manong-tong. Napaduahon, fokus ni natal gabe mangondolhon Sinterklas. Muda taligi kebiasaan ni halak sisaonnari on ma gabe mamaritahon hadengganan ni Sinterklas na mangalehen hadiah tu angka dakdanak dohot na pogos. Gabe tarsingkir do hadedenggan ni Jesus na ro tu portibion na gabe jolma laho manobus hita sian hadosaonta. Napatoluhon, fokus ni natal gabe mengarah tu angka pesta-pesta. Muda dung masuk bulan Desember mulai sian tanggal sada lopus tu tanggal tolu pulu sada Desember madung digohi pesta-pesta natal mulai ma i sian pesta natal gareja, kategorial, parsahutaon, par-margaon, kantor, dohot angka na asing. Muda tapamanat sada keluarga di hatiha on, paling saotik ma ia mamestahon pesta natal 7 kali (natal marga ni ama, natal marga ni Omakna, natal marga ni isterina, natal marga ni simatuana, natal ni parsa-hutaon, natal ni kantor, natal ni punguan kategorial di gareja, dohot natal umum gareja). Loja do halak Karisten nuaeng mamikirhon pesta-pesta natal. Jana adong kecenderungan nuaeng gabe mabiar noma mandohoti pesta-pesta natal angke natal nada mamboan barita nauli be tapi madung mamboan boban. Na paling pailahon di hatiha sinuaeng on, i ma pesta natal gabe ajang manjalahi “dana/ hepeng”. Hape muda taligi hasosorang ni Jesus tu portibion nada mangigil  hepeng/ dana sian jolma, tapi sabalikna do sorang Jesus tu tano on laho mangalehen diriNa tu portibion aso mangolu pangisi ni portibi on. Tapi hita mamestahon hasosorang ni Jesus dohot pesta-pesta na mangidoido hepeng tu halak bahkan tu angka jolma na so sahaporsayaan aso bisa mamestahon hasosorang ni Jesus. Pailahon do pesta si songon on. Pamenekhon hasosorang ni Jesus do i tu portibion. Tapestahon ma pesta natal sian na adong di hita, sian kemampuanta, ulang manghaut hepeng aso adong sipahabisonta.

 

5. Fokus ni natal sasingtongna i ma Jesus. Jesus na sorang di bara ni pahanpahanan, Jesus na disomba ni angka parmahan, Jesus na disomba dohot na diehen hadiah  parhapistaran sian Purba. Madung sorang sadari on di Kota Ni si Daud, Sipalua i, i ma Kristus Tuhan i. Pesta hasosorang ni Jesus nada wah…., nada heboh…, nada glamour, nada heppot, nada kucar-kacir pahae tu jae tu julu manjalahi hepeng, nada sibuk mambaen proposal tu angka na mora, pejabat, tapi pesta natal dipestahon secara sederhana, tenang, hening, diam. Antong tapestahon ma ari hasosorang ni Jesus on sian roha na ias, tenang, biasa-biasa, sederhana tapi mam-pu mangalehen makna tu na humaliang, mampu mangalehen makna tu keluarga, gereja dohot masyarakat. Jesus sorang laho mangurupi na dangol. Antong tapestahon ma natal laho mangurupi angka na dangol, napogos, paluahon halak sian dosana aso dapotan halahi di hangoluan na manontong i. Halongangan do hasosorang ni Jesus i. Antong tabaen ma halonganan tu na humaliangta tanda nadung sorang Jesus di bagasan rohanta. Selamat Ari Natal ma di hita sudena. Amen.

 

 

 

Kantor Pusat GKPA,  Oktober  2009

 

 

Pucuk Pimpinan GKPA

HATORANGAN NI JAMITA

November 16, 2009

“HOLONG NI ROHA DOHOT ASI NI ROHA NI DEBATA DO TU HITA,

UMBAEN NA TUBU JESUS, SIPALUA I ”

 

JAMITA TU BORNGIN ARI NATAL, KAMIS, 24 DESEMBER 2009

JAMITA                  : Lukas 1 : 26-33

Sibasaon               : Jesaya 12 : 1-6.

 

PATUJOLO :

 

Syalom, Selamat Natal ma di hita sude!

Angkon taoku bahaso borngin na sonang, gok jop ni roha dohot dame do di hita angka na porsaya tu Jesus borngin on. Angke madung 4 Minggu antong marturut-turut taparade rohanta marhite Minggu Advent, laho mamestahon Pesta Natal borngin on. Marhite i, ganup keluarga do ro tu Pesta on. Bahkan na so jungada mar-Minggu (maribadah tingki ari Minggu) jop do rohana laho ro  tu pesta Natal on. Harani i marisi do angka bangku (bahkan adong na mambaen tenda) di kota dohot di desa muda dapot ma borngin Natal songon na tapestahon borngin on. Sude pangisi ni tanoon, na menek na magodang, na dangol, na kuaso, na pogos na kayo, na oto, na pistar, marolop-olop tu Debata hara ni denggan ni basa dohot holongNa tu hita tingki on.

Marhite i turpukta pe borngin on, dipabotohon do tu hita bahaso ”HOLONG NI ROHA DOHOT ASI NI ROHA NI DEBATA DO TU HITA, UMBAEN NA TUBU JESUS, SIPALUA I”

 

  1. 1. Dipake Debata do jolma manusia na gabe parkokasNa (alatNa).

 

Muda taparate-atehon turpukta saborngin on, Debata sandiri do na na markarejo marhite holong dohot gogoNa laho parohon haluaan na tu portibion.

Painte so ro Suru-suruan Gabariel tu si Maria, dipabotohon do taringot aha naung masa tu si Elisabeth dohot si Sakarias ( ay. 5-25), i ma naung denggan pamatang ni si Elisabeth bope naung matobang/ginjang umurna. Sannari marhite si Maria ma, sada bujing-bujing naung martunangan dohot si Josep dipabotohon, paboa na giot ro Sipalua ni hajolmaon on. Si Elisabeth madung matonbang jana nada marhauntungan, tapi si Maria, sada bujung-bujing na so marhasohotan dope. Nada halak na kayo, boru ni kota, jana nada na ’terkenal’ (artis, pemain sinetron, penyanyi, ilmuwan dll) halahi, tapi halahi do ditopot, dipaias jana dipake Debata na gabe parkokasNa, alatNa na gabe saluran berkat tu portibion.

Disuru Debata ma Suru-suruan Gabariel (ay,26 b), paboahon bahaso Debata do na markarejo. Pandohan ni suru-suruan i pe tangkas do ”Horas ma di ho, bujing-bujing na nipasupasu ni Tuhan! Sai rap do Tuhan i dohot ho” (ay.28) Pabotohon bahaso bope inda jolma na sempurna, bahkan bujing-bujing dope si Maria, madung di asi i, di puldit, dipaias, jana di pasu-pasu Debata ia, gabe saluran ni asi ni roha dohot pasu-pasu ni Debata ibana tu portibion. Didok ’nadi pasu-pasu ni Debata do ho, (ay.28), di ayat 30, didok : ..dibaen jop do roha ni Debata mida ho’ (sebab engkau beroleh kasih karunia dihadapan Allah’). Jadi hara karejo ni Debata do on, ulang mabiar. Porsaya ma tu Tuhan, na mandongani dohot mamasu-masu karejoon.

 

Na menarik, nada ditulak si Maria pamillitonnai, toruk do rohana, jana dipabulus rohana laho manjagit tugas tanggung-jawab na nipasahat ni Debata tusia. (bd. Ay. 38) Hape tugas na borat, na maol do on disia, angke bujing-bujing jana na martunangan dope ia, hape angkon denggan ma pamatangna jana tubuan anak ia muse.

Marhite i, taida bahaso sanga ise pe hita on, na menek, namagodang, na kayo, na pogos, na pistar naoto, parhuta-huta, par-kota, dna, giot pakeon ni Debata do hita gabe parkokasNa, alatNa laho gabe saluran berkat/pasu-pasu tu bahat jolma, asal ma ra hita burju manjagit tugas, tanggung-jawab i sian Debata. Ia do na mamio hita, na paiaskon hita, na mengutus hita, anso bahat jolma manjagit haluaon i.

 

  1. 2. Jesus na sorang i, i ma Anak ni Debata na Gumincat, Raja na Markuaso.

 

Tujuan ni Suru-suruan i manopot si Maria, i ma laho patuluskon Rencana ni Debata tu portibion, naung dilumbahonNa hian marhite Nabi, Raja dohot angka naposo ni Debata. Jesus ma baenonna goarNa, artina SIPALUA – Yosyua, Yehssyua (Heber), marlapatan : Jahowa (Jahwe) menolong atau menyelamatkan. Paingotkon si Maria dohot bangsoNa bahaso si Josua do (ganti ni si Musa) dipake Debata laho maroban bangso i sian parhorsihan (manaripari aek Jordan dohot mangaroncohon tembok Jerikho), laho masuk tu tano parjanjian Kanaan.

Jadi Jesus ma antong na gabe Sipalua, laho paluahon hita jolma sian pardalananta di portibi on tu hasonangan naung ni parade ni Debata di Surgo. Raja na Tumimbul, Anak ni Debata na Gumincat, jana Raja ni angka Raja do Jesus. Markuaso laho paluahon sian gomgoman ni dosa dohot sibolis.

Harani i, Tondi Porbadia do mangarajai dohot kuaso ni Debata do na manggohi si Maria anso tulus sudena i. Nada kuaso ni jolma, tapi kuaso ni Debata do.

Jadi bope bujing-bujing jana dadaboru na sederhana si Maria, Debata do patupahon sudena karejo on. Jana Debata sandiri do na giot sorang on. Na giot paluahon sudena jolma manusia.

On ma sihajopkononta borngin on, ma sorang be Raja Gumincat, Raja na Markuaso, bope inda songon pamarentaon ni harajaon portibi, lumobi do kuasoNa sian nasa raja na adong di portibion. Di Filipi 2 : 10-11 didok, ”Anso marsinggang ma dibagasan goar Jesus, sandok na di banua ginjang na di tanoon dohot na di toru ni tano on. Angkon torang ma okuan ni halahi paboa Jesus Kristus do Tuhan…”

Raja ni portibion terbatas, kuasona, harajaanna, gogona dohot umurna. Tapi Raja na sorang on, Jesus Kristus, Tuhanta, Raja na markuaso paluahon hita sian sude gomgoman ni dosa dohot sibolis dohot hamatean, jana Raja na naung paradehon inganan na sonang ni nasonang nada terbatas, tapi salolot ni lolotna.

 

  1. 3. Tajagit ma haluaan i jana tabaritahon ma i tu bahat jolma.

”Naposo ni Tuhan do au, sai tulus ma tu au songon na nidokMi”, (ay.38) Pandohan dohot alus on ma na patut dongkononta tu barita haluan na ni pasahat tu hita borngin on. Bope bahat angka hamaolon, bahat dosa, bahat na so tabo pangkilalaanta tingkion. Tapi madung dibaritahon tu hita haluaan i, hara ni i tajagit ma. Tahaporsaya i ma. Tapabulus ma rohanta laho manjagit barita i.

PANUTUP

 

Bope naung jotjot do tabege barita Natal on, laing dipaingot jana dibaritahon do tu hita borngin on barita Haluaan on tu hita, anso taingot karejo ni Debata do patupahon haluaan tu hita jolma manusia. Tutu dipake Debata do hita jolma manusia, sanga ise pe hita on laho palaluhon bahaso Jesus madung ro gabe Raja ni angka Raja, Tuhan ni angka Tuhan, TAHAPORSAYA I MA HOLONG NI ROHA NI DEBATA NA SONGON I  GODANG NA, LAHO PALUAHON, LAHO MANDONGANI HITA TONGTONG (IMMANUEL), jana burju ma hita laho paboahon, patuduhon tu dongan jolma. Bahat do tingkion donganta jolma na tangis, na dangol, na pogos, na maringanan di na golap, na sangat membutuhkon perhatianta, anso dohot halahi manjagit haluaon naniparade ni Debata di hita jolma.

Amen.

 

Pdt. AHJ. Sibarani STh

Kantor Pusat GKPA408210

HATORANGAN NI JAMITA

November 16, 2009

BSOMO114

RO MA HO ALE JESUS

Minggu Advent 4

Minggu, 20-12-2009

Jamita      : Jesaya 30: 18 – 26

Sibasaon  : Judas    1: 17 – 21

 

  1. Mamasuk hita tu Advent na paopathon dibagasan minggu on. Ona ma masa paintehon na paopat mingguhon di hita. Masa-masa on berarti i ma masa painteintehon haroro ni Tuhan manopot hita. Sude do hita mamboto paboa painteintehon nada tabo. Harani i do di hatiha on sudena madung serba hipas jana instan. Tapi angkon taboto muse do cara kerja ni Tuhan nada instan. Tapi sabalikna do. Diigil jana dipangido Debata Ama do sian hita hasabaran painteintehon haroroNia di bagasan hasatiaan.

 

  1. Somal do taendehon BEAM No.41 :1 “Dipaimahon halak-Mi, o Jesus haroro-Mu. Dihalungunhon halahi, tarida ma gogo-Mu. Andingan di pasonang Ho, angka na mangintehon Ho, tibu ma ro o, Tuhan. Tibu ma ro o, Tuhan”. Sian endeon tarida hagiot ni jolma i di nalaho painteintehon haroro ni Tuhan i. Tapi nada gogonta laho mangatur haroro-Na, holan Ibana do na mamboto andingan Ia ro tu portibi on. Harani i do dipangido Ia tu hita anso sabar hita painteintehon haroro-Na i.

  1. Jamita Na Denggan sadari on manaringoti taringot tu na manghalungunhon haroro ni Sipalua. Muda tabasa ayat 18, tarida ma disi dua hal. Naparjolo, dipainte TUHAN dope hatihana laho patuduhon tu hita ibo ni rohaNia. Napaduahon, martua do na marpos ni roha tuSia. Biasi dipainte Tuhan hatihana laho patuduhon ibo ni rohaNia tu Sion? Angke madung marsap dosa sude pangisi ni Sion. Harani dosa i ma ro Debata laho manobus dosa ni Sion i. Tuhan do na berinisiatif ro tu Sion manobus dohot paluahon Sion sian dosa i. Songoni do nang tu hita jolma. Tuhan do na selalu berinisiatif laho ro manyesa dosanta. Tuhan berinisiatif manghaholongi hita. Ia do na manghalungunhon hita, jana Ia do na satia painteinte hita mulak sian hajahatonta.

  1. Angka ise do na dipainte ni Tuhan i? Naparjolo, halak na pauba rohana. PaluaonKu ma Sion di bagasan hatigoran, dohot halak na paubahon rohana (Jes. 1:27). Debata rade do paintehon haroro ni halak na manyosali dirina jana na so ra be mangkarejohon dosa, tapi na mardalan pasti manghobasi parkarejoan ni Debata Ama. Napaduahon, halak na badia rohana. Di sude dolokKu na badia, nada adong na jahat sanga pe mara, gok parbinotoan taringot tu TUHAN ma angka luat, songon aek na manggohi dano mangalantap (Jes. 11:9). Debata rade do paintehon halak na badia rohana, na mangkarejohon nasa na hombar tu giot ni Debata. Napatoluhon, halak na painteinte haluaan sian Tuhan sandiri. “Tutu ma da, Ia do antong Debatanta. I ma TUHAN na tapaima-ima laho mangalehen haluaanta. Saonnari marsurak ma hita marjop ni roha, dibaen na dung nipaluaNia hita” (Jes. 25:9). Debata rade painteintehon halak na mauas di haluaan na sian Debata Ama.

  1. Aha do guna ni na painteintehon Tuhan i? Muda tabasa di turpukta on masai bahat do guna na muda ra hita painteinte haroro ni Tuhan i di bagasan hasatiaan, hasabaran ni roha. Angka aha ma i? Naparjolo, nada sai mangandungi be hita. Halak na dung merasa yakin paboa na ro ma Tuhan i, nada be marsak jana sai mangan-dungi halahi. Angke na dipainte i pasta do ro. Isarana di sada pesta panomunomuon ni Gubernur laho mangaresmihon sada proyek. Nada pola marsak be panitia muda memang ma dipastihon Gubernur i ro laho manga-resmihon proyek i. Tapi muda nada pasti haroroni Gubernur, pasti do panitia marsak jana busisaon painteintehon ise do na ro sian kantor gubernuran. Songoni do nang hita na painteintehon haroro ni Tuhan i. Nada pola jabat marsak jana tumatangis be hita, angke na tapainte i pasti do ro laho mangalap jana manguhumi halak na mate dohot na mangolu. Napaduahon, alusan ni Debata ma hita muda pio-pio hita tuSia. Selama na paintehon haroro ni Tuhan i hita di tano on, nada dipadiar Tuhan hita di angka parungkil-onta. Tapi na rade do Ia laho manangihon huhut mangalusi angka piopionta tuSia. Artina, di hatiha na painteintehon haroroNia hita, laing dialusi Ia do angka alualunta na tapasahat tuSia. Napatoluhon, Tuhan sandiri noma mamimpin hita. Atik pe nada ro do pe Tuhan i, tapi na gabe pamimpin di ngolunta nada dirinta sanga angka na asing i. Tapi Ibana do na gabe pamimpin di hita. Ia do namangarajai ngolunta. Ibana do na manga-jari hita. Ibana do na marmahani hita. Harani i ulang pola mabiar be hita salolot painte-intehon haroro ni Tuhan i hita di tano on. Angke rade do Ia na gabe pamimpinta. Muda manyimbil hita sian dalan, tarbege do i sian pudinta soraNia na mandok, “On do dalan i; dalan on ma bolus hamu.” Napaopathon, pasupasuon ni Tuhan ma ngolunta. Muda manyabur same hamu, tongoson ni TUHAN ma udan anso tubu same i jana mangalehen suha marlompit ganda. Di pahan-pahanan-munu pe rade ma bahat jampalanna. Halak na satia jana sabar painteintehon haroro ni Tuhan pasti dapotan pasupasu. Pasupasu ni Tuhan on lobi sian na tapikiri. Diurupi Ia do hita di parkarejoanta di kobun, di saba, di kantor, di wirausaha dna. Harani i ulang ma marnaloja hita painteintehon haroro ni Tuhan i di bagasan ngolunta. Angkon tahaporsayai do paboa Tuhan i tibu do ro manopot hita jolma on. Jana tatangiangkon ma aso ro Jesus manopot hita. Ro ma Ho ale Tuhan angke madung hami painteinte di haroroMu manopot hami jolma sipardosa on. Selamat Advent 4! Amen.                          

Fidei-gladys

Kantor Pusat GKPA,  Oktober 2009

Ramli SN Harahap

Email: ramlyharahap@yahoo.com;

www.ramlyharahap.blogspot.com

HATORANGAN NI JAMITA

November 16, 2009

Parsidohot

di Harajaan ni Debata

muda dung ro tingkina

 

MInggu ADVENT 3

13 Desember 2009

Jamita      : Lukas 13 : 23 – 30

Sibasaon : 2 Tesalonika 2 : 13-17

 

PATUJOLO

 

Dumenggan do hita sise turpuk on mamungka sian ayat 22, harana sude do Bibel manyuratkon Lukas 13:22-30 na gabe sada hasadaan. Nada binoto nian biasi ingkon gail na sada ayat i nada dipadohot gabe turpuk jamita minggu on. Mangihutkon pandapot ni panulis jamita on, dumenggan do tapamasuk ayat 22 harana adong hatorangan na tung mansai porlu botoonta parpayak ni jamita on, i ma di tingki pardalanan ni Jesus na mamolus angka huta dohot pagaranna laho masuk tu Jerusalem.

Porlu na ingkon botoonta hatorangan tingki dohot inganan i, ima patuduhon sada gombaran na nipangkilalahon ni Jesus hombar tu pangajaran na dibaritahonNa. Harana umbahatan do angka na mangarangrangi (ahli tafsir) buku ni si Lukas mangaligi sada paraloan na bolon na masa di tonga-tonga ni Jesus maradopkon angka malim Jahudi (Halak Parisi dohot Saduse). Muda adong tingkinta tapamanat ma sian ponggol parjolo lopus tu ujungna bisa do tapangkilalahon paraloan i. Paraloan i ma na gabe ciri khas Injil Lukas, na berpuncak di Golgata di hayu parsilang.

Pangarimpunan ni turpuk on, tarida do i di ayat 30. Angka pandohan na adong di ayat 30 on, madung jotjot dihatahon Jesus di angka ragam-ragam situasi (ligi Markus 10:31, dohot Mateus 19:30;20:16).

 

HATORANGANNA

 

Ayat 22-27 ; Si Lukas paingotkon hita bahaso Jesus di bagasan pardalanan laho tu Jerusalem. Tu angka na mambege jamita ni Jesus saotik nai noma tingki na laho mangauhon (mengambil keputusan) i ma mangolopkon Ibana sanga manulak Ibana. Di bagasan keadaan i ma dipasahat si Lukas sapa-sapa songon na tarsurat di ayat 23 “Ale Tuhan otik de he halak na dapotan hangoluan?. Sapa-sapa on muda dipahombar tu ciri khas ni buku Lukas, na patuduhon paraloan na bolon, tontu marpardomuan do i tu pangantusion dogmatis ni halak Jahudi taringot tu ise de he na dapotan haluaan. Mangihutkon buku ni si Jesayas 60:21 bahaso halak Israel i ma bangso na nipuldit, jadi alus na biasa tu sapa-sapa ayat 23 ima : tu sude halak Israel sajo do dapotan haluaan, muda nada mambaen dosa na borat sajo. Bisa ma taparrohahon na niigil ni halak na mambaen sapa-sapa i : adong kehe porso on ni Jesus ma pangantusion dogmatis nadung bahat dihaporsayai halak Israel, jana adong kehe pandapot ni Jesus hum saotik do na manjagit haluaan i.

 

Tabo sajo do idaon cara ni Jesus mangalusi sapa-sapa i, harana nada langsung tu pikiran dogmatis dialusi Jesus, tapi tumpol do tu roha sanga ate-ate ni na marsapa i, jana angkon gabe mambuat sada haputusan di ngoluna; nada porlu sisapaan ise jana sadia bahat na giot malua tapi “gogoi ma anso ho sandiri masuk tu pintu na sompit i”.

 

Muda tapamanat di Matius 7:13-14 (songon sada sinopsis- turi-turian na hampir sarupa), di ayat 24 turpuk on dihatai holan taringot tu pintu na sompit, nada dalan na sompit, harana gombaran i di ayat 25 marpardomuan ma taringot  tu sada bagas “muda jabat jongjong nampuna bagas i manggoruk pintu i”. Manggoruk pintu marastuan ma i nada adong be hatiha laho muba. Songon i ma di sada hatiha tu ari na giot ro pamasaon tu sandok portibion dohot sude na jolma, nang songon i tu marsasada halak, na ingkon tutup on ma pintu sanga naso adong be kesempatan dapotan haluaan na sian Debata. Jadi sanga ise na ro tarlambat na marastuan sanga ise na tarlambat mambaen haputusan, nada adong be hatiha laho manjagit haluaan i, nada adong be gunana manuktuki pintu. Sian bagasan bagas i roma alus muda manuktuhi dope “nada huboto sian dia hamu ro sanga nada hutanda hamu”, astuanna nada adong pardomuan di antara ni hita (ligi ma Mat. 25 :1-13).

 

Ayat 26 digombarhon songon dia angka halak na jongjong di luar ni bagasi di bagasan borngin na tung mansai golap mancubo laho masuk tu bagas i, tapi nada bisa be sanga marisuang noma karejo nai. Angka alasan na dipasahat ni halak na di luar ni bagas i, paingotkon hita songon na tarsurat di Matius 7:22, di si dipake Jesus do hata “Au”, Jesus sandiri ma mandok hata tu halahi “nada jungada hutanda hamu”. Hata hamu di Mat. 7:22 lumobi mai manudu tu halak na pasuman-sumankon gabe siihutkon Jesus; tapi muda di bagasan turpuk on diondolhon tu halak na marpandapot bahaso halahi sabangso rap dohot Jesus jana madung rap sa panganan dohot sapanginuman. Muda tapahombar tu Masmur 6:9, bahaso na ingkon ditulak do halahi; songon i muse di Yes. 60:21  angka halak na manganggap dirina halak na bonar jana ingkon taruli di haluaan na sian Debata, dibaen madung gabe bangso na tarpili halahi, hape ditulak do halahi jana digoari “angka halak na jahat”.

 

Na gabe catatan penting sanga pe pangarimpunan ni bagian ayat 22-27 bisa ma dohononta : ima pio-pio ni Debata anso mamake tingki dohot hatiha na dilehen ni Debata tu ganop jolma anso marhaubaan ni roha jana marusaho masuk sian pintu na sompit, tapi na tutu situtu tarbuka dope pintui, unang sanga ditutup.

 

Ayat 28-30 : Dung tangkas sian hatorangan ni ayat 24-27, gabe bisa ma idaonta parbedaan ni halak Jahudi na manulak Jesus dohot angka halak na so Jahudi na mangihutkon Jesus. Di ayat 28 di hata Indonesia didok “di sanalah”, jana muda di Parjanjian na Imbaru, hata Angkola terjemahan taon 1977 tarsurat hata “disi ma”, porlu hami pabotohonon harana hombar tu hata aslina sian hata Gorik, na marastuan disi ma di luar ni bagas, di inganan na golap i ma na gabe gombaran inganan ni angka halak tangis patungaripon, harana manyolso-li dohot muruk tu dirina sandiri dibaen madung sala sajo haputusanna na so ra mamake tingki dohot hatiha laho mangihutkon Jesus.

 

Di ayat 28-30 on ditaringoti do Harajaan ni Debata, na ingkon ro jana patar dibagasan hasisingkopna (kesempurnaan), jana di bagasan ni Harajaan i, tarida songon parsaoran di bagasan Pamunan Na Badia. Angka halak Jahudi na manulak Jesus harupe di goari halahi bangso na tarpili, tapi nada bisa halahi rap sajuguhan dohot si Abraham, si Isak, si Jakob dohot sude angka panurirang. Angka halak na asing do na marroan sian Purba dohot Pastima; sian Utara dohot Dangsina (sian sandok Portibi on) na gabe sajuguhan di meja harajaan ni Debata.

 

Laho mangantusi ayat 3, ingkon parrohanonta ma nada adong dibaen songon bolat-bolat na berlaku secara mutlak. Nada adong didokkon taringot tu sude halak Jahudi na gabe angka na parjolo, sanga pe sude halak na so Jahudi na gabe parpudi, tapi ingkon idaon ta ma di sude hatorangan ni si Lukas di perkembangan gereja na parjolo i di portibi on di tonga-tonga ni angka bangso : Angka na parjolo gabe parpudi  marastuan mai angka halak na manggoari dirina bangso ni Debata (halak Farisi dohot Saduse) tapi na so manjagit Jesus; jana na parpudi gabe parjolo ima angka halak na bahat na dipaasing-asing ni halak Jahudi songon si jalo beo, nanigoaran halak pardosa,dohot angka na asing tapi nadung ro manopot Jesus, porsaya jana mangihutkon Ibana.

 

Pendek na : Angka halak Jahudi nada dipincang gabe ingananna di luar bagas sanga pe di luar Harajaan ni Debata, tapi bisa do gabe di luar halahi harani haputusan ni halahi manulak Jesus, dohot angka halak na so Jahudi nada gabe otomatis halahi dijagit di Harajaan ni Debata narani bangso na so jahudi halahi, tapi harani haputusan ni halahi do ra muba, porsaya jana satia mangihutkon Jesus. Di son ma idaon prinsip taringot tu Harajaan ni Debata na “inklusif” astuanna, tarbuka tu sude halak. Tu sude halak na ra marsiranggut laho masuk sian pintu na sompit i, marhite-hite na ro mangoku dirina pardosa jana satia mangihutko Jesus angka ido na gabe parsidohot di Harajaan ni Debata, tu hita saluhut na salolot di portibi on, tarbuka dope pintu; astuanna adong dope tingki dohot hatiha laho marsiranggut mamolus pntu (dalan masuk) tu Harajaan ni Debata.

 

SIPAHUSOR-HUSORON :

1. Di Minggu Advend tongtong do hita marningot jana pahusor-husoron di rohanta na di bagasan pardalanan do hita di bagasan tingki dohot hatiha na ingkon lalu tu sada hatiha na parpudi. Dibagasan hatiha dohot tingki ido hita mardalan jana mambuat sada haputusan di ngolunta na gabe siranggutkononta (perjuangan) anso gabe parsidohot hita di bagasan Harajaan ni Debata.

 

2. Muda tapahombar songon sapa-sapa na adong di turpuk on ”ise jana sadia bahat na dapotan haluaan”, nada sala sapa-sapa tapi inda marguna; na umporlu gabe sapa-sapa tu ganop dirinta do madung dehe tagogoi/taparsiranggut/taparjuangkon di ngolunta anso tabolus sanga tahangoluhon hata ni Tuhan na gabe jaminan anso masuk hita tu bagasan harajaan ni Debata.

 

3. Nada bisa baenon hape na gabe jaminan muda targoar halak Israel gabe bangso na tarpili, sanga pe hita nadung targoar halak Kristen gabe otomatis masuk tu Harajaan ni Debata, jana nada bisa i baenon alasan anso dibuka pintu nadung margoruk, jadi nada bisa baenon sada goar/gelar maroban hita masuk tu harajaan ni Debata, tapi sian haubaan ni roha dohot na manggogohon ngoluna laho mangihutkon Jesus i do na masuk tu Harajaan ni Debata.

 

4. Saonnari buka dope pintu i, antong tahangoluhon aha nadung tahaporsayai tu Jesus painte so digoruk pintui. Amen

 

 

Pdt.J.P.Matondang,MTh

Ka.Biro III

Kantor Pusat GKPA604149


Follow

Get every new post delivered to your Inbox.